Gunung Prau 2565 MDPL Ala Rara , Melihat Indahnya Dieng dari Ketinggian

Awal mula rencana hanya ingin menghilangkan penat dari monotonisasi kehidupan (abaikan jika ribet dibaca). Mencari destinasi dengan jarak tempuh gak jauh dari Jakarta dan terpenting bisa berangkat Jumat Sore/Malam dan Senin bisa kembali berkarya eeh bekerja. Alhasil diskusi dadakan H-14 dengan teman2 senasib seperjuangan yang paling gak betah diem and hobi ngebolang. Pembahasan panjang x lebar x tinggi, mulai dari bogor, bandung bahkan jonggol, pilihan akhir jatuh ke Wonosobo..hahaaa jauh dari perkiraan memang #efekdalammasapertumbuhan #harapdimaklumi . ^.^
Gunung Prau 2565 Mdpl, Dieng - Wonosobo
Hasil ngutip dari ensiklopedia :
Gunung Prahu (terkadang dieja Gunung Prau) (2.565 mdpl) terletak di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah, Indonesia. Gunung Prahu merupakan tapal batas antara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Wonosobo.

Puncak Gunung Prahu merupakan padang rumput luas yang memanjang dari barat ke timur. Bukit-bukit kecil dan sabana dengan sedikit pepohonan dapat kita jumpai di puncak. Gunung Prahu merupakan puncak tertinggi di kawasan Dataran Tinggi Dieng, dengan beberapa puncak yang lebih rendah di sekitarnya, antara lain Gunung Sipandu, Gunung Pangamun-amun, dan Gunung Juranggrawah. Ada tiga jalur yang dapat digunakan untuk mendaki Gunung Prahu, yaitu: Jalur Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang , Jalur Patak Banteng, Wonosobo , Jalur Kenjuran, Kendal. ( Sumber : Wikipedia

Seperti biasa sebelum backpacker, hiking atau ngebolang ala rara yaitu hal terpenting "PERSIAPAN" , untuk persiapan hiking bisa dibaca disini.   Dimulai dari ber galau-galau ria biar dikata kekinian dan berhubung saya belum pernah ke gunung prau sebelumnya layaknya detektif saya "ubek-ubek" (baca: searching) go*gle mulai dari cara kesana, transportasi, lama perjalanan hingga perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Ngebolang kali ini saya dengan teman2 baru yaitu Al, Doni, Adi, Feri, Bowo dan Berry yang kebetulan mereka ada dalam Club Beetalk "Ngebolang Bareng" saya.
Dari Kiri : Doni, Adi, Feri, Ra2, Al, Bowo & Berry
Sekedar informasi untuk kamu, ada beberapa alternatif transportasi ke Gunung Prau yaitu via Kereta dan Bus hanya saja disini saya menggunakan Bus karena aksesnya lebih mudah. Saya menggunakan Bus Sinar Jaya Jurusan Jakarta-Wonosobo dengan harga tiket Rp.100rb fasilitas AC tanpa toilet, selain Sinar Jaya kamu juga bisa menggunakan alternatif Bus Pahala Kencana dan Malino hanya saja sebelumnya saya sempat nemu tulisan tentang Bus Malino jurusan wonosobo yang sering di oper sana oper sini sedangkan Pahala Kencana saya gak mendapat info apapun sudah telpon di beberapa agennya gak ada yang angkat...mungkin mereka sibuk ^.^

Pesen tiket ke Pak Ibnu agen tiket PO. Sinar Jaya Jl. Pemuda no. 6 Rawamangun H-3, sebenarnya kamu bisa pesen juga pas hari H nya tapi pagi harinya harus confirm dulu. Bus berangkat jam 16.30 dan hanya tersedia 1 bus. Pasukan lengkap sebelum jam keberangkatan, ada yang via GoJek, Busway dan saya sendiri via NgoJek karena GoJek gak nemuin driver untuk saya -_-' Jam 17.00 bus gak juga bergerak dan ternyata masih nunggu 1 penumpang yang masih otewe..owalaaaa mass mass..-_____-
Finally Jam 17.16 bus caappp cuzzz.. Bismillah O:-)
Tiket Bus Jurusan Wonosobo
Perjalanan Jakarta-Wonosobo sekitar 10-12 Jam include 4 kali ngaso dan isi bensin, tiba di terminal wonosobo sekitar jam 05.30. Setelah cuci muka, langsung lanjut perjalanan berikutnya dengan Metro Bus mini yang disewa rame2, Ongkos metro bus jurusan Dieng ini yaitu Rp. 20.000/org dan sesuai request terbanyak yaitu turun di Patak Banteng.
Metro Bus Jurusan Wonosobo-Dieng
Kamu akan disuguhi pemandangan 'aduhai' selama perjalanan yang kurang lebih memakan waktu 1,5-2 jam menuju Patak Banteng, yaitu deretan gunung, bukit, perkebunan dan tak lupa udaranya men ! seger teunan ! heheee, bebas polusi dawh pokoknya. Tiba di Patak Banteng langsung ke lokasi pendaftaran Simaksi dan tak lupa isi tanki a.k.a perut sebelum pendakian dimulai.
Jalur Pendakian Gn. Prau 2565 Mdpl
Tiket Pendakian Gn. Prau
Pendakian dimulai, kami membuat lingkaran dan berdoa bersama agar diberi kelancaran. Awal pendakian disambut dengan jejeran tangga bersambung jalan setapak berdebu dengan kanan kiri perkebunan.
Gunung Prau hanya tersedia 3 pos pendakian (Pos Sikut Dewo, Pos Canggal Walangan & Pos Cacingan) dengan pendakian sekitar 2-3 Jam include istirahat dan narsis-narsis (ini menurut saya yaah..^.^) . Di musim panas jalur pendakian Gunung Prau didominasi dengan debu so siap-siap pakai masker/buff yah.
Jalur pendakian Gn. Prau
Pos I : Sikut Dewo

Pos II : Canggal Walangan
Pos III : Cacingan
Di awal pendakian saya sudah merasa kurang sehat dan sempat muntah-muntah di jalur pendakian, ini karena saya telat makan dan minum es teh manis padahal suhu udara di Dieng dingin. Syukurlah teman-teman me'backup saya dan membawa tas carrier saya, so pendakian terasa ringan karena saya hanya berbekal tongsis...hahaaa (makasih untuk bang Doni yang bawain carrier saya, jangan kapok yaah :D ) .

Jalur pendakian Gn. Prau via Patak Banteng selain melewati perkebunan, sebelum memasuki Pos II kamu akan melewati Hutan Pinus dan terlihat pemandangan Kota Dieng dari atas, sesekali kami berhenti untuk menikmati indahnya pemandangan dan istirahat sejenak atau sekedar mengabadikan momen yang ada. Setelah Pos III, jika kamu sudah mulai melihat gersangnya tanah tanpa pohon di kanan kiri dan ada jalan setapak beralaskan bambu seadanya itu tanda kamu sudah mulai mendekati puncak.
Jalur Pendakian Gn. Prau
Jalur Pendakian Gn. Prau
Jalur Pendakian Gn. Prau (mendekati puncak)
Setelah pendakian sekitar 2 jam lebih, saya dan teman-teman tiba di puncak Gn. Prau. Sebelum saya share history turun gunung dengan menggunakan jalur pendakian via Dieng, saya ingin membagi momen saat pendakian Gn. Prau via Patak Banteng (*baca: hasil narsis-narsis :3 ) .
Indahnya Panorama Dieng
Dari Kiri: Adi, Doni, Rara, Al, Bowo, Berry, Pherli
Ternyataah jadi pada alay...hahaaa  ^.^/
Tiba di puncak, kita bagi tugas ada yang diri'in tenda, iris-iris bahan sop, masak nasi dan beres-beresin perlengkapan masak, logistik serta tas. Tenda sudah jadi, makanan sudah siap, waktu santai untuk menyambut esok hari diisi dengan main kartu dan canda tawa dengan topik yang berganti-ganti asal nyambung. Malamnya ada teman yang kena hipotermia, pherli, tubuhnya menggigil dan mati rasa alhasil saya dan teman-teman segera melakukan tindakan pertolongan dini semampunya. Alhamdulillah kondisi dia membaik keesokannya.
Main Kartu & Coret Wajah untuk Isi waktu santai
Pagi hari sebelum kami turun gunung, gak lupa untuk photo-photo dulu, hanya sayang cuaca sedikit berkabut sehingga indahnya Gunung di seberang Gn. Prau kurang terlihat jelas namun hal tersebut gak buat kami bermurung durja dan tetap merasa bangga serta bersyukur bisa menikmati salah satu keindahan bumi Indonesia. Bagi kamu yang hobi naik gunung atau masih tergolong pendaki pemula, saya rekomendasikan Gn. Prau sebagai gunung yang wajib kamu daki ^.^ #catet.
Puncak MT. Prau 2.565 Mdpl
Turun Gn. Prau kami menggunakan Jalur Dieng. Jalur ini sangat berbeda dengan jalur Patak Banteng yang cenderung menanjak. Di jalur ini kamu akan melewati sabana, bukit teletubies, pemancar, hutan pinus, perkebunan warga dan berakhir di basecamp jalur pendakian Dieng. Selain banyak bonus (trek landai, gak terlalu terjal), pemandangan via Jalur Dieng ini juga gak kalah indah looh so kamu harus nyobain kedua jalur ini (Patak Banteng & Dieng) saat kamu berencana ke Gn. Prau.
Jalur Pendakian via Jalur Dieng (Sabana)
Jalur Pendakian via Jalur Dieng (Bukit Teletubies)
Jalur Pendakian via Jalur Dieng (Pemancar)
Jalur Pendakian via Jalur Dieng (Hutan Pinus)
Jalur Pendakian via Jalur Dieng (Welcome JalurDieng)
Turun Gn. Prau via Jalur Dieng membutuhkan waktu sekitar 1,5-2,5 Jam tergantung kecepatan dan waktu istirahat kamu. Tiba di basecamp jalur Dieng, kami mandi dan makan sambil menunggu jemputan mobil yang telah kami sewa sebelumnya. Jika kamu turun via Jalur Dieng dan balik ke arah Jakarta dan sekitarnya, kamu bisa sewa metro bus mini dengan rombongan lain hingga terminal Wonosobo (ongkos bisa dinego tergantung berapa jumlah rombongan kamu). Untuk bus dari Wonosobo-Jakarta jam keberangkatan bervariasi tergantung bus nya, paling malam berangkat Jam 18.00 dari Wonosobo. Jika kamu masih mempunyai banyak waktu, kamu bisa berkunjung ke objek wisata Dieng seperti telaga warna dan candi Arjuna.
Terima kasih teruntuk : Pherli, Berry, Adi, Al, Doni &  Wowo
Biaya Hiking ke Gunung Prau 2565 MDPL :

Ongkos PP Jakarta-Wonosobo : Rp. 200.000,-
Ongkos Terminal Wonosobo - Patak Banteng : Rp. 20.000,-
Simaksi : Rp. 10.000,-
Makan+Jajan+Toilet : Rp. 36.000,-
Logistik + Obat2 an Pribadi : Rp. 29.000,-
 Total : Rp.  295.000,-

Begitulah sekilas momen pendakian ke Gn. Prau dengan teman-teman terbaik, semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk subscribe yaah.. ^.^ #SalamLestari

No comments:
Write komentar